Seberapa banyak Manusia hidup di Dunia dengan bentuk kesenangan karena anugerah di berikan Tuhan sangatlah luas sampai tak terhitung jumlah dan manfaatnya bagi kehidupan Manusia. Seberapa sering pula kita memikirkan akan hal itu. Apa perlu di pikirkan, apa manfaatnya kalau kita pikirkan?
Pertanyaan menarik dan tidak sedikit orang dapat menjawabnya dengan jelas dan tepat apalagi untuk di katakan benar namun, masih bisa dikatakan baik. Akan tetapi ada yang perlu penulis garis bawahi, yaitu opini menurut penulis baik belum tentu benar, Pada akhirnya jawaban masih juga samar.
Pertanyaan menarik dan tidak sedikit orang dapat menjawabnya dengan jelas dan tepat apalagi untuk di katakan benar namun, masih bisa dikatakan baik. Akan tetapi ada yang perlu penulis garis bawahi, yaitu opini menurut penulis baik belum tentu benar, Pada akhirnya jawaban masih juga samar.
Pernahkah terlintas dalam benak pertanyaan seperti, sebenarnya kita hidup atas kehendak siapa? mengapa hidup? mengapa harus ada kehidupan? mengapa harus ada kematian sesudah hidup? adakah kehidupan lain selain dunia? atau bahkan ada kehidupan lain selain pada planet BUMI? Gliese 581 barangkali sehingga kita dapat ber-transmigrasi kesana hehehe.
Pertanyaan itu cukup kompleks! Inti sari dari jawaban dengan persepsi masing-masing. bahkan dari beberapa ahli pikir abat 20 dan, sekarang pakar Astronom dengan kesibukannya meneliti luar angkasa masih juga samar samar atau tidak jelas pada akhirnya. Walaupun ada sebagian sudah ada menemukan jawaban atas penelitian mereka jauh-jauh hari yang selama ini katakanlah jadi unek-unek atau bahkan sempat diperdebatkan.
Sesuatu yang sukar untuk ditelisik justru banyak menyimpan kesenangan jikalau kita menemukan peluang, kesempatan, kemauan dan, kemampuan dalam menggali sesuatu yang bersifat sukar tadi. Mungkin seperti itu yang mereka rasakan sekalipun kadang endingnya selalu tidak jelas. Bahkan sampai pada titik jenuh mereka akhirnya (mengada-adakan). Keadaan seperti tersebut barangkali terjadi kalau dasar research dilakukan karena ego bukan benar-benar ingin mencari kebenaran.
Adakah kita sendiri berupaya mencari tahu atas unek-unek dalam kehidupan ini atau kehidupan Anda? bukan kebaikan namun kebenaran. Tidak sekedar menjadi penonton melainkan berperan. Bukan mengada-ada namun berdasar fakta. Penulis ingin katakan bahwa baik belum tentu benar mungkin perlu penulis kasih contoh bahwa antara baik vs benar punya esensi berbeda. Ok! contoh: Manusia, Binatang, Tumbuhan, Gunung, dan Dedengkotnya Jin/ Syaitan.
Dari kesemua makluk itu adalah sama-sama disebut makhluk bersifat objektif dan sebaik-baiknya ciptaan Tuhan karena nyata dan sempurna secara fisik serta perannya setuju? Benar. Soal jin! pernah liat penampakan? kalo pernah berarti bisa dikatakan nyata juga. Perbandingan dari kesemuanya itu lebih baik mana antara makhluk yang disebut Manusia dengan makhluk lainnya? Manusia, Baik. Dari sisi mana Anda melihat bahwa Manusia itu lebih baik? jawab ya..
Kesimpulan secara umum tidak sedikit orang memandang sesuatu yang benar itu selalu bersifat Objektif/ jelas dan, baik adalah Abstrak namun dapat dirasakan dengan jelas. Maka tidak heran kalau sampai terjadi namanya "Manipulasi History Orde Baru" terkait kehidupan lawong untuk mencari kebenaran itu selalu dikaitkan dengan Objek yang tampak jelas dipandang oleh kasat mata. Tanpa melihat sisi lain potensi atas sesuatu yang abstrak.
Apa yang anda pikirkan tentang kehidupan merupakan judul dari topik penulis bahas ini berdasarkan referensi, pandangan, dan analisa pribadi kemudian penulis share dalam bentuk catatan kecil disini. Namun kalau terdapat perbedaan boleh jadi beda kepercayaan atau analisa kita dalam berfikir Saya maklumi dan Saya mohon maaf.
Saya sangat welcome sangat baik kalau sobat mau meluangkan waktunya saat selesai membaca artikel diatas ini, 5 menit saja untuk memberikan pikiran anda (respon) melalui kotak komentar yang kami sediakan. Akhirnya pada kesempatan perdana tentang posting cara pikir tentang kehidupan ini penulis cukupkan sampai disini dulu terima kasih.