Belum lama ini berita heboh kembali mencuat di berbagai media, baik televisi ataupun online. Aliran Sesat dan orang sibuk mencari tahu atau sekedar mengkritisi mengkambing hitamkan golongan tertentu dengan imbasnya justru nyangkut kepada keyakinan mayoritas. Bicara sesat siapa manusianya yang punya otoritas untuk menyatakan si pulan sesat?
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُم اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَاَهْدَى سَبِيْلاً
فَلاَ تُزَكُّوا أنْفُسَكُم هُوَ أعْلَمُ بِمَن اثَّـقَى
Sepertinya ayat diatas tidak berlaku lagi sekalipun bagi mereka dengan status KTP-nya Islam. Apa lagi kalau dihubungkan dengan tugas pekerjaan katakan sang pencari info kroversial untuk kemudian dipublis ke portal media online. Kalau sudah begitu sampai kapanpun terasa sulit cari orang bisa jawab secara tegas, lugas apalagi jelas dan tepat sasaran. Soalnya orang yang ditanyapun TIDAK TAHU APA-APA atau karena sudah terdokrin dengan isu-isu tak jelas asal usulnya tentang perkara ini. Sekalipun mereka yang terlihat (kelihatannya) orang pinter masih juga berkata wallahu a'lam.
Sebab orang yang sebenarnya PINTAR lebih memilih tutup mulut. Jadi wajar kebenaran secara terang atau terbuka belum terlihat disini dalam konteks aliran sesat. Termuat pada berita yang lagi hot kemarin Rabu 2014 s/d sekarang tahun 2015. Seterusnya Saya pikir berita buatan seperti itu akan selalu ada dan semakin gencar, semakin keliatan bodohnya. Mengapa bisa demikian? Sudah menjadi ketetapan kalau bertindak belum pada waktunya justru akan membawa mala petaka.
Satu kisah bisa jadi gambaran dan pelajaran : Ketika Umar ra sahabat Nabi Muhammad melihat kondisi Mekah yang tidak berkrimanusiaan artinya lebih kepada penyelewengan, keluar dari rambu-rambu yang Allah telah tetapkan dan Inginkan seperti, banyaknya Aliran Sesat, Maksiat dan Tindak Kekerasan. Beliau bertanya kepada Rasulullah "Mengapa engkau hanya diam ya Rasulullah dan tidak melakukan perbuatan yang lebih untuk bertindak melawan kebatilan." Rasulullahpun menjawab sambil tersenyum "Belum waktunya ya Umar".
Ingat diammnya orang berIman bukan diam seperti kelihatannya Mereka diam untuk berfikir, ingat bahwa sampai kapanpun kebatilan akan terus ada. Mereka tidak akan pernah rela jika yang HAK berdiri tegak dimuka bumi Sampai akhir zaman (Kiamat) Oleh karena itu merupakan Janji IBLIS, termasuk manusia yang mengikuti jejaknya. Hingga pada masa antara batil dan HAK bertemu di satu kondisi dimana mereka telah siap Angkat Senjata - Dajal dan Imam Mahdi beserta pengikutnya. Apakah sudah berlangsung??? PR untuk Anda.
Bagaimana dengan Anda sekarang apakah hanya menunggu/ nonton saja, pengikut Dajal atau Imam Islam, Anda??? Jawaban Anda ada konsekuensinya (Iman dan Taqwa yang benar murni) untuk bisa seperti itu (Iman dan Taqwa) perlu proses, ada metode seperti yang Rasulullah ajarkan, Allah inginkan bukan dengan cara MENURUT ANDA. Baca kisah nabi Hud "barang siapa yang memberi nasihat dan mengajak untuk menyembah Allah saja". Maka efeknya penolakkan baik secara halus atau langsung. Apakah Anda pikir itu terjadi pada masa nabi saja? tentu tidak, pada masa sekarang ini Saya sendiri sering menjumpai. Berkata seperti kaum 'Aad yang terdapat pada Al Quran:
Begitupun seterusnya bagi siapa saja yang menyeru kepada Allah untuk menyembah Allah saja. Dari masa nabi sebelum dan setelahnya sampai nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad selalu mendapati penolakkan dan berakhir kepada di Azabnya suatu kaum oleh Allah secara langsung kecuali, ketika masa Nabi Muhammad s/d sekarang. Azab di berikan tampak tidak secara langsung, tapi melalui media, baik di suatu wilayah tertentu, media alam, namun mereka masih juga tidak sadar, melihatnya wajar dan umum. (tidak berarti apa-apa bagi 'mereka'). Jangankan untuk mengingat Allah untuk berniat taubat saja belum tentu ada (wallahu 'alam) - "Niat yang benar seperti Niatnya Sholat" bukan belum dilakukan tapi sedang dilakukan artinya ada proses, ada sikap selanjutnya adalah tindakan sesudah sholat (diantara sholat) niat serta sholatnya tetap terjaga, mencegah perbuatan keji dan munkar.
Pada fase sekarang. Ya nabi sudah tidak ada, namun apa yang di ajarkan oleh beliau masih menyertai umat Muslim Insya Allah. Dimana ada satu tujuan yang belum di capai, atau terputus oleh masa dan kepenguasaan. Tujuan umat Islam bagai muslim Sedunia yaitu Mardhotillah. Anda sering menyebut semoga Allah Ridho? itu PR buat Anda. Buat kita seluruh umat Islam khususnya di Indonesia. Apakah selama ini Allah Ridho terhadap kita dan Negara ini???
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُم اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَاَهْدَى سَبِيْلاً
“Katakanlah (hai Muhammad) : Biarlah setiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, karena Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih lurus (jalan yang ditempuhnya).” (Al-Isra’ : 84)
فَلاَ تُزَكُّوا أنْفُسَكُم هُوَ أعْلَمُ بِمَن اثَّـقَى
“….janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.” (An-Najm : 32)
Sepertinya ayat diatas tidak berlaku lagi sekalipun bagi mereka dengan status KTP-nya Islam. Apa lagi kalau dihubungkan dengan tugas pekerjaan katakan sang pencari info kroversial untuk kemudian dipublis ke portal media online. Kalau sudah begitu sampai kapanpun terasa sulit cari orang bisa jawab secara tegas, lugas apalagi jelas dan tepat sasaran. Soalnya orang yang ditanyapun TIDAK TAHU APA-APA atau karena sudah terdokrin dengan isu-isu tak jelas asal usulnya tentang perkara ini. Sekalipun mereka yang terlihat (kelihatannya) orang pinter masih juga berkata wallahu a'lam.
Sebab orang yang sebenarnya PINTAR lebih memilih tutup mulut. Jadi wajar kebenaran secara terang atau terbuka belum terlihat disini dalam konteks aliran sesat. Termuat pada berita yang lagi hot kemarin Rabu 2014 s/d sekarang tahun 2015. Seterusnya Saya pikir berita buatan seperti itu akan selalu ada dan semakin gencar, semakin keliatan bodohnya. Mengapa bisa demikian? Sudah menjadi ketetapan kalau bertindak belum pada waktunya justru akan membawa mala petaka.
Yang pasti teroris adalah tindakan IBLIS! artinya kalaupun ada tindakan teror seperti yang media suka gembor-gemborkan mereka itu bisa saja statusnya Islam tapi, tidak untuk tindakannya. Dan untuk Anda yang merasa Islam serta telah terlanjur terprofokasi (terdokrin) penulis cuman bisa bilang belajarlah untuk mulai membuka diri, MEMBACA. Sesuai perintah Allah Pertama kali yaitu IQRA'. Temukan esensi atas definisi baca itu bukan bersumber dari yang kalian bangga-banggakan yaitu BARAT.
Belajar Islam tidak bisa otodidak! Rasulullah saja seorang Nabi masih dibimbing dan tidak sendiri, begitupun para sahabat Rasulullah dan seterusnya. Kita sebagai makhluk akhir jama manusia biasa, sombong bener kalau sudah berfikir cukup atas ilmu yang didapat, bahkan barangkali berfikir sudah hebat. Karena sejatinya tidak ada batas waktu untuk yang namanya belajar Islam, nggak ada istilah khatam!
Satu kisah bisa jadi gambaran dan pelajaran : Ketika Umar ra sahabat Nabi Muhammad melihat kondisi Mekah yang tidak berkrimanusiaan artinya lebih kepada penyelewengan, keluar dari rambu-rambu yang Allah telah tetapkan dan Inginkan seperti, banyaknya Aliran Sesat, Maksiat dan Tindak Kekerasan. Beliau bertanya kepada Rasulullah "Mengapa engkau hanya diam ya Rasulullah dan tidak melakukan perbuatan yang lebih untuk bertindak melawan kebatilan." Rasulullahpun menjawab sambil tersenyum "Belum waktunya ya Umar".
Ingat diammnya orang berIman bukan diam seperti kelihatannya Mereka diam untuk berfikir, ingat bahwa sampai kapanpun kebatilan akan terus ada. Mereka tidak akan pernah rela jika yang HAK berdiri tegak dimuka bumi Sampai akhir zaman (Kiamat) Oleh karena itu merupakan Janji IBLIS, termasuk manusia yang mengikuti jejaknya. Hingga pada masa antara batil dan HAK bertemu di satu kondisi dimana mereka telah siap Angkat Senjata - Dajal dan Imam Mahdi beserta pengikutnya. Apakah sudah berlangsung??? PR untuk Anda.
Bagaimana dengan Anda sekarang apakah hanya menunggu/ nonton saja, pengikut Dajal atau Imam Islam, Anda??? Jawaban Anda ada konsekuensinya (Iman dan Taqwa yang benar murni) untuk bisa seperti itu (Iman dan Taqwa) perlu proses, ada metode seperti yang Rasulullah ajarkan, Allah inginkan bukan dengan cara MENURUT ANDA. Baca kisah nabi Hud "barang siapa yang memberi nasihat dan mengajak untuk menyembah Allah saja". Maka efeknya penolakkan baik secara halus atau langsung. Apakah Anda pikir itu terjadi pada masa nabi saja? tentu tidak, pada masa sekarang ini Saya sendiri sering menjumpai. Berkata seperti kaum 'Aad yang terdapat pada Al Quran:
"Mereka (kaum 'Aad) menjawab: “Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat, (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu. Dan kami sekali-kali tidak akan di “azab“.(QS Asy-Syu’ara, 26:136-138)"
Begitupun seterusnya bagi siapa saja yang menyeru kepada Allah untuk menyembah Allah saja. Dari masa nabi sebelum dan setelahnya sampai nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad selalu mendapati penolakkan dan berakhir kepada di Azabnya suatu kaum oleh Allah secara langsung kecuali, ketika masa Nabi Muhammad s/d sekarang. Azab di berikan tampak tidak secara langsung, tapi melalui media, baik di suatu wilayah tertentu, media alam, namun mereka masih juga tidak sadar, melihatnya wajar dan umum. (tidak berarti apa-apa bagi 'mereka'). Jangankan untuk mengingat Allah untuk berniat taubat saja belum tentu ada (wallahu 'alam) - "Niat yang benar seperti Niatnya Sholat" bukan belum dilakukan tapi sedang dilakukan artinya ada proses, ada sikap selanjutnya adalah tindakan sesudah sholat (diantara sholat) niat serta sholatnya tetap terjaga, mencegah perbuatan keji dan munkar.
Pada fase sekarang. Ya nabi sudah tidak ada, namun apa yang di ajarkan oleh beliau masih menyertai umat Muslim Insya Allah. Dimana ada satu tujuan yang belum di capai, atau terputus oleh masa dan kepenguasaan. Tujuan umat Islam bagai muslim Sedunia yaitu Mardhotillah. Anda sering menyebut semoga Allah Ridho? itu PR buat Anda. Buat kita seluruh umat Islam khususnya di Indonesia. Apakah selama ini Allah Ridho terhadap kita dan Negara ini???